Sabtu, 28 Agustus 2021

Kota Tanpa Nafas

Rasanya aku ingin segera kembali pulang ke kampungku, walaupun kampung tapi serasa seperti di kota. 

Sambil menikmati secangkir kopi di depan hamparan sawah saat sang mentari akan tenggelam, dan itu nikmat dan indah sekali.

Rasanya hanya cukup dua hari saja aku berada di ibukota yang katanya ibukota negara, yang mana negaranya begitu besar dan beribu pulaunya, yang katanya juga kota maju.

aku merasa penat, boring dan sebagainya-dan sebagainya,
Kaki ku ini berasa gatal, ingin berlari kencang dan terbang kembali pulang ke kotaku.

Tidak ada yang menarik dan indah sepertinya.. 
Tugu Monumen Nasional, Kota Tua, Bundaran HI, tidak bisa membuat aku betah berada disini.

kebisingan jalan,, butiran debu, kemacetan dan sesaknya kota.
Gedung - gedung pencakar langit yang merusak pemandangan untuk menikmati indahnya bulan dan bintang...
Kota apa ini..???

Sepertinya aku merasakan kota ini, sebagai kota yang menjadikan orang yang kaya, akan kaya terus, dan orang miskin semakin terinjak oleh keganasan zaman, dan ketidakpeduliannya penguasa kepada rakyatnya, 

Dan aku pun terus bertanya-tanya,, kenapa kota ini begitu sesak.? 
Kenapa kota yang besar dan berjulukan ibukota negara ini, masih ada pengemis di tengah kota,, pemulung yang kelelahan, dan gembel-gembel yang berserakan.
Kenapa kota yang katanya besar ini, masih ada tempat - tempat kumuh yang banyak sekali, bahkan berantakan..!! 
Aahh aku semakin bosan dengan kota ini.

Kota yang tak ada lagi udara ayem, yang rakyatnya saling mengejar waktu dengan batasan nafas terhambat masker. 
Kota yang para elit baik penguasa maupun pengusaha tak mengenal matahari dan debu, hanya bermalasan sambil keluar masuk di ruang berbuatan AC.

Tapi aku masih menyisakan penasaran, di mana titik indah dan harum udara kota ini, 
di mana ada alam yang masih menyisakan sedikit ruang untuk mengintip bintang di langit bahkan mengintip ranumnya senja. 

Namun aku masih menyisakan rindu kepada Istiqlal, Mungkin saja aku akan kembali, atau bahkan tak akan kembali lagi sama sekali.
Dan aku mau pulang.!!

Menjelang tengah malam, 
Bundaran HI, Jakarta/ 09 juli 2015

Video hanya pemanis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar